Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Meningkatkan motivasi belajar

Motivasi merupakan daya penggerak yang ada pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah kondisi internal individu yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.
Motivasi bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
1. Motivasi intrinsik
Motivasi intrinsik merupakan daya penggerak atau dorongan yang bersumber dan datang dari dalam diri individu.
Misalnya, dari dalam diri individu ada dorongn ingin memiliki, ingin bisa, ingin tahu dan sebagainya.
2. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik merupakan dorongan untuk berbuat sesuatu karena adanya rangsangan dari luar diri individu. Misalnya, seorang siswa rajin belajar karena adanya dorongan dari orang tua.
Dalam kegiatan belajar, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik bisa dimaksimalkan dan saling mengisi. Tetapi, yang lebih konsisten dan efektif adalah motivasi ekstrinsik karena tumbuh dari hati.
Motivasi berprestasi merupakan dorongan yang ada dalam diri individu untuk mencapai prestasi atau hasil tertentu. Adanya motivasi ditandai dengan timbulnya dorongan untuk bekerja keras dalam meraih prestasi, bekerja lebih baik, lebih efisien dan bisa lebih cepat dari yang sebelumnya.

Ciri-ciri motivasi berprestasi tinggi
1. Orang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih puas dan suka terhadap prestasi hasil usaha sendiri. Ia tahu betul bahwa sukses bukan hanya sekedar nasib beruntung, namun hasil perjuangan.
2. Kreatif, enerjik, lebih gigih, lebih suka bertindak ketimbang berdiam diri, penuh inisiatif dan produktif. Orang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi mampu mengelola atau mengukur kemampuan secara masuk akal, cermat dan bertujuan untuk jangka panjang. Ia benar-benar terlibat dalam usahanya, belajar atau bekerja selalu tuntas. Ia sadar bahwa prestasi besar tidak bisa dirah dalam waktu yang mudah dan singkat.
3. Menyukai tantangan dan memilih pekerjaan atau tugas yang risikonya realistis, yaitu didukung dengan keammpuan yangnyata. Orang yang motivasi berprestasinya rendah hanya memilih pekerjaan yang lunak, risikonya kecil sehingga tak perlu banyak usaha, atau sebaliknya memilih pekerjaan dengan risiko yang sangat tinggi tanpa adanya perhitungan sehingga bila gagal bisa mencari-cari alasan atau bahkan lari dari tanggung jawab.
4. Berusaha mencari evaluasi dan umpan balik dengan tujuan untuk mendapatkan masukan untuk bekerja lebih keras lagi.

Cara Meningkatkan Motivasi Berprestasi
1. Tentukan tujuan
Tumbuhkan keyakinan dan sugesti bahwa seseorang bisa berubah dan memang harus berubah menuju ke titik optimum. Buat target dan tujuan, misalnya pada ulangan matematika berikutnya Anda bisa memperoleh nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya.
2. Belajar sendiri
Berusaha untuk menganalisis diri sendiri mengenai ada atau tidaknya kebiasaan, perilaku dan cara berpikir yang kurang menguntungkan.
3. Memanfaatkan motivasi
Dorongan bisa dibangun dari dalam diri seseorang. Begitu juga dengan dorongan dari luar yang bisa dimanfaatkan, contohnya dukungan rasional dan emosional dari orang-orang terdekat.
4. Belajar memakai bahasa prestasi
Mulai dari cara berpikir, bertindak, bercakap, dan menanggapi sesuatu yang mencerminkan suasana etos kerja keras untuk meraih prestasi.
Itulah cara meningkatkan motivasi berprestasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar